Dishub Siapkan Aplikasi Smartphone Mudahkan Penumpang Bus Trans Banjarmasin

Banjar UPDATE 18 Sep 2020, By Tim Starbanjar
Dishub Siapkan Aplikasi Smartphone Mudahkan Penumpang Bus Trans Banjarmasin (Source: Starbanjar/Ari Arung Purnama)

STARBANJAR- Usai diluncurkan pada awal tahun 2020 tadi, keberadaan Bus Trans Banjarmasin terus diperkenalkan ke warga Kota Seribu Sungai agar mereka mulai membiasakan diri menggunakan moda transportasi publik.

Kabar terbarunya, pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin pada bulan Oktober mendatang juga akan merilis aplikasi gawai untuk memudahkan warga bepergian menggunakan bus yang satu ini.

Hal tersebut diakui oleh Kasi Angkutan Dishub Kota Banjarmasin, Fajar Putra Nugroho. Menurut dia, peluncuran aplikasi ini seiring dengan kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh untuk menggunakan moda transportasi publik.

Kata Fajar, aplikasi yang dikembangkan ini diberi nama Banjarmasin Transport System (BTS). Perangkat lunak ini memiliki fitur memandu penumpang yang mau naik Bus Trans Kota Banjarmasin, dengan mengarahkan mereka ke halte terdekat serta koridor mana untuk mencapai lokasi yang diinginkan.

Sementara ini, baru tersedia dua koridor yang dibuka di kota Banjarmasin. Koridor pertama dari Kayu Tangi ke Terminal Antasari dan koridor kedua dari Terminal Antasari ke Terminal KM 6. Fajar mengungkap bahwa mereka ingin mengembangkannya hingga menjadi 13 koridor dengan susunan 9 koridor utama dan 4
koridor feeder (pengumpan).

“Koridor feeder itu fungsinya untuk jalan-jalan kecil (biasanya wilayah pemukiman) yang potensi penumpangnya besar untuk diarahkan ke koridor utama. 13 koridor ini akan melayani seluruh wilayah Banjarmasin” jelas Fajar.

Meski demikian, Fajar mengungkap realisasi rencana tersebut masih menunggu anggaran dari pemerintah kota turun atau ada bantuan dari kementrian perhubungan. Dishub Banjarmasin masih melayani 2 koridor yang ada dengan 3 unit bus disetiap koridornya dengan tarif gratis.

“Kita masih memberlakukan tarif gratis karena selain untuk menggaet pengguna, anggaran dari pemko juga tidak terpengaruh akibat hal ini. Kita juga masih dalam tahap sosialisasi sebenarnya, mengingat kemaren kita tutup total waktu PSBB” ungkapnya.

Fajar mengungkap bahwa penentuan tariff ini melihat beberapa factor, diantaranya besarnya load factor (kemampuan menampung) penumpangnya seberapa, ada subsisdi atau tidak, (Ability to Pay) kemampuan membayar berapa, serta (Willingness to Pay) kemauan membayar berapa.

Selain itu, Dishub Banjarmasin juga bertekad untuk mencontoh trans Jakarta yang pendapatannya tidak hanya berasal dari bayaran penumpang, tetapi juga iklan. Dia memberi gambaran bagaimana iklan dipasang pada trans Jakarta. Mulai dari penamaan halte, terus peletakan didalam armadanya sampai
kartu pembayaran semua ada iklannya.

“Untuk mewujudkan seperti itu, kita harus menunggu penyusunan perwali terkait retribusi iklan di BRT Banjarmasin” pungkasnya.

undefined

Ari Arung Purnama