Lestarikan Budaya Mawarung, Kompas Budaya Cetus Program Lasmin Baruya

Banjar Community 25 Sep 2020, By Tim Starbanjar
Lestarikan Budaya Mawarung, Kompas Budaya Cetus Program Lasmin Baruya (Source: Tim Starbanjar)

STARBANJAR- Komunitas Pecinta Seni (Kompas) Budaya menggandeng Dewan Kesenian Daerah Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali mencetus syuting program bertajuk 'Lasmin Baruya'. Kali ini, para seniman memakai latar warung yang berlokasi di Museum Rakyat Kandangan pada Kamis (24/9/2020).

Pertunjukkan ini digagas sebagai ajang pengenalan budaya masyarakat Banjar tempo dulu. Yang acapkali berkumpul di warung atau mawarung ketika membahas sebuah isu atau permasalahan.

Dalam pertunjukkan yang sudah memasuki episode ketiga ini, para seniman Kompas Budaya memainkan peran warga yang tengah berkumpul di warung, dengan penuh improvisasi. Tema besarnya: mereka mengangkat persoalan Pandemi Covid-19 yang tengah merundung masyarakat.

Kendati begitu, program tersebut tetap dikemas dengan obrolan jenaka oleh para pemerannya. Ini sesuai dengan nama 'Lasmin Baruya' yang jika diartikan bermakna warung bercanda.

Seniman Kandangan, Hardiansyah Asmail, punya pandangan bahwa program ini penting untuk mengenalkan budaya mawarung yang kini jarang diketahui masyarakat. Padahal, dulu orang-orang Banjar acapkali berdiskusi sambil berbagi ilmu hanya dari sebuah warung.

"Lasmin Baruya itu berasal dari bahasa Banjar Arkais (banjar kuno). Lasmin artinya warung, sementara baruya artinya bercanda. Jadi di samping candaan juga dapat ilmu dari mawarung," ujar Hardiansyah.

Perwakilan Kompas Budaya, Bima Ramadhan, menyebut program ini tak cuma digelar di Museum Rakyat. Mereka juga memakai lokasi-lokasi warung lainnya yang dianggap representatif sebagai wadah syuting.

"Lasmin Baruya ini diharapkan dapat menjadi media hiburan warga sekaligus menyampaikan aspirasi melalui obrolan jenaka," kata dia.

Adapun seluruh pemain dalam program ini diperankan oleh para seniman Kompas Budaya. Seperti Acil Diang yang diperankan oleh Rasuna. Adapula Farmawati Amini yang memainkan peran Puan Langkar yang diketahui merupakan anak dari pemilik warung.

Selain itu, adapula sosok Muslih Baung yang diperankan oleh Bima Ramadhan, Hairin Nazir sebagai Haji Balinting, serta Abah Idang 'si tokoh masyarakat' yang diperankan oleh Hardiansyah Asmail.

Program Lasmin Baruya episode ketiga sendiri juga didukung peran-peran unik lainnya seperti Rahmat Saleh sebagai Amat Mahing, Amin Hasan Maulid, sebagai Amin Sandu, Ismatullah Halim sebagai Jamal Jihi, Rahman Saleh sebagai Acu Cadal, Sajad sebagai Arab Bujur, serta sosok pembakal diperankan oleh Dedy Wahyuni.

Dalam syuting tersebut, Bupati HSS Achmad Fikry juga berhadir sebagai tamu warung. Lantaran membahas Covid-19, ia menyentil penerapan protokol kesehatan yang harusnya dipatuhi oleh warga.

Fikry sendiri menyambut gembira dengan adanya program seperti ini. Ia mengapresiasi para penggiat seni yang bermain di Lasmin Budaya karena sudah bekerja keras mengemas sebuah acara.

"Kita berharap Lasmin Baruya atau warung ini menjadi tempat berbagi informasi. Kita dukung terus dan tetap harus berlanjut. Silakan berkreasi, sampaikan kepada Dinas Pendidikan dan kita fasilitasi. Mudah-mudahan ini menjadi komunikatif yang baik bagi masyarakat dan pemerinta," pungkas Fikry.

undefined

Redaksi Starbanjar