Maskapai Penerbangan Diizinkan Isi Penuh Kapasitas Penumpang hingga 100 Persen

Ekonomi, Finansial, & Fintech 15 Jan 2021, By Tim Starbanjar
Maskapai Penerbangan Diizinkan Isi Penuh Kapasitas Penumpang hingga 100 Persen (Source: Trenasia)

STARBANJAR- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi mencabut aturan batas jumlah penumpang pesawat sebanyak 70% dari total kapasitas angkut. Sehingga, saat ini maskapai penerbangan dapat memaksimalkan keterisian penumpang hingga 100%.

Aturan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi COVID-19.

Sebelumnya, pemberlakuan batas jumlah penumpang pesawat sebanyak 70% ini diatur dalam SE Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2020 angka 4, huruf a, butir 12. Sedangkan, pada SE terbaru pada poin 5 disebutkan bahwa aturan tersebut tidak diberlakukan kembali.

Belum diketahui alasan pemerintah melonggarkan aturan jumlah penumpang pesawat, mengingat tren penularan COVID-19 masih terus meningkat. Hingga artikel ini tayang, Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati belum merespons pertanyaan terkait alasan pelonggaran tersebut.

Meskipun begitu, dalam aturan baru tersebut tetap mewajibkan penumpang untuk membawa surat keterangan hasil negatif rapid test antigen atau Polymerase Chain Reaction (PCR).

 

Namun, terdapat pengecualian bagi penumpang anak-anak yang berusia di bawah 12 tahun, penerbangan angkutan udara perintis, serta angkutan udara di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

Dalam SE Kemenhub itu juga memberikan syarat bagi maskapai untuk menyediakan tiga baris kursi. Tujuannya sebagai area karantina untuk penumpang yang terindikasi gejala COVID-19.

Seperti sebelumnya, seluruh penumpang pesawat tetap diwajibkan menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Penumpang juga tak diizinkan berbicara melalui telepon atau secara langsung sepanjang perjalanan.

Lalu, penumpang tidak diizinkan makan atau minum sepanjang perjalanan yang kurang dari dua jam. Hal ini dikecualikan bagi penumpang yang harus mengonsumsi obat-obatan karena sakit.

Terakhir, penumpang wajib mengisi data pada aplikasi e-HAC yang nantinya ditunjukkan dan dilakukan scan barcode oleh petugas kesehatan di bandara tujuan.

undefined

Redaksi Starbanjar