Menengok Yayasan Al-AJYB: Ketika Anak Jalanan Banjarmasin Dibimbing Shalat hingga Ngaji

Banjar Community 2 Jul 2020, By Putri Nadya Oktariana
Menengok Yayasan Al-AJYB: Ketika Anak Jalanan Banjarmasin Dibimbing Shalat hingga Ngaji (Source: Istimewa)

Pengamen dan anak jalanan acapkali dicap buruk oleh masyarakat karena kehidupannya yang kelewat berantakan. Namun, di tangan pengurus Yayasan Al-AJYB (Anak Jalanan yang Baik), anggapan jelek itu perlahan diubah. Lewat wadah ini, sejumlah anjal di Kota Banjarmasin dibina agar mengerti agama; rutin salat, hingga mengaji.

***

Markas Yayasan ini berlokasi di bilangan Mayjend Sutoyo S, Kota Banjarmasin. Tepatnya berada di Simpang Tiga Jafri Zam-Zam, sebelah SPBU.

Sekilas dari depan, basecamp yayasan ini seperti bangunan rumah biasa. Namun, ketika memasuki wadah, markas tampak berbeda dengan ornamen-ornamen lukisan dinding, perkakas ngamen hingga peralatan belajar mengajar.

Tim starbanjar berkesempatan menemui Muhammad Algi Rifani, Selasa (30/6/2020) tadi. Lelaki gondrong ini merupakan penggagas yayasan, sekaligus guru ngaji para anjal yang belajar di Yayasan Al-AJYB.

Dia bercerita mulanya yayasan ini hanya komunitas kecil-kecilan. Yang terbentuk dari tahun 2012 lalu dengan nama Syiar Anak Jalanan bermarkas di Sentra Antasari hingga pindah ke Gang Ketawa (Pasar Pagi).

Baru pada tahun 2018 lalu, perkumpulan anak jalanan ini berhasil mendirikan yayasan sendiri. Dari hasil ngamen para anak jalanan yang tergabung dalam yayasan ini.

“Mulai 2012 ini ada, dan saat itu kerja sama juga dengan mahasiswa UIN Antasari. Tapi lama–lama mereka menghilang," kata Algi yang juga jebolan UIN ini.

Meski ditinggal, Algi bercerita tetap tak patah arang waktu itu. Dibantu sejumlah temannya yang masih bertahan, ia rutin merangkul anjal di sekitar kawasan Sentra Antasari dan sekitarnya agar mau bergabung komunitas itu pada zamannya.

"Caranya mudah aja. Kita merangkulnya dengan cara mendekati mengawani (berkawan) dengan mereka. Lama kelamaan, yang bersangkutan akan merasa ada yang melindungi," tutur Algi.



Algi yang dulunya juga anak jalanan turut merasakan suka – duka menjadi anak jalanan sendiri. Oleh karena itu, ia tetap terdorong melanjutkan gerakan ini.

“Karena kita memang terbiasa dijalanan dan tidak kenal waktu dan susah diatur. Makanya dengan ini aku kepikiran kenapa tidak dibuat sekolah non–formal saja khusus untuk kawan – kawan sekaligus agar mereka melakukan hal positif," tambahnya.

Adapun sampai saat ini mereka tiap pekan tetap rutin menggelar  pertemuan. Misal saja, tiap Kamis malam, Yayasan Al-AJYB menggelar acara maulid. Pada Jum'at malam, belajar mengaji & ibadah, serta akhlak di markas.

Selain itu, di luar markas mereka juga ada kegiatan seperti menggelar kegiatan ngaji ibadah dan akhlak di eks Bioskop Presiden Pasar Sudimampir.

“Citra kita kan di masyarakat selalu negatif, jadi dengan hadirnya yayasan ini aku pikir dapat mengubah mindset masyarakat tentang anak jalanan," ujar Algi.

Sebagai informasi, sampai saat ini jumlah anak jalanan yang dibina di yayasan Al–AJYB mencapai 20 orang. Yang terbagi menjadi 16 orang laki – laki dan 4 orang perempuan.

Yayasan ini merupakan lembaga independen yang tidak memiliki donatur tetap dari pihak manapun.

Dalam waktu dekat sendiri yayasan Al – Ayb akan menggarap film karya mereka sendiri yang mana dalam proses pembuatannya juga dibantu oleh produser ternama di Banjarmasin.

“Kita kemaren baru rekaman soudtrack untuk film, lalu untuk film masih dalam proses penggarapan dan sudah berjalan satu bulan lamanya," tandas Algi.

undefined

Putri Nadya Oktariana