Mengunjungi Cat Shelter Banjarmasin, Kala Kucing Telantar Ditampung di Rumah Singgah

Banjar UPDATE 29 Sep 2020, By Tim Starbanjar
Mengunjungi Cat Shelter Banjarmasin, Kala Kucing Telantar Ditampung di Rumah Singgah (Source: Starbanjar/Ajeng Mona)

STARBANJAR- Bermula dari keprihatinan melihat kucing-kucing terlantar, sekelompok pemuda di Banjarmasin kepikiran ide untuk mencetus rumah singgah untuk para ‘meong’. Tak disangka, wadah ini benar-benar terealisasi. Hingga menampung puluhan ekor hewan berbulu tersebut sampai sekarang.

Tempat ini dinamai para pengurusnya Cat Shelter Banjarmasin. Berlokasi di bilangan Jalan Sultan Adam, kucing-kucing ini ditempatkan ditempatkan pada sebuah kontrakan kecil dua lantai di sudut kawasan tersebut sejak tahun 2017.

Para penggagasnya adalah Rizdie, Dayat, dan sejumlah pengurus lainnya. Mereka punya pandangan, dengan membangun cat shelter, maka juga terbangun jejaring sosial bagi pecinta kucing.

Hadirnya cat shelter juga membuat catlovers lebih mudah mengakses fasilitas seperti pengobatan atau steril gratis untuk kucing.

“Kita hanya ingin menjaga lingkungan, agar orang-orang bisa lebih menghargai kehidupan,” ujar Rizdie.

Tim starbanjar pun berkesempatan mengunjungi shelter ini, pada Minggu (27/9/2020) tadi. Belasan ekor kucing menyambut kegirangan saat penulis datang. Sebagian ada yang ditempatkan di kandang, ada pula bebas seliweran di rumah.

Pengurus Cat Shelter Banjarmasin, Dayat, mengatakan para penghuni penampungan ini adalah kucing yang dulunya sakit atau terluka bekas dari jalanan.

Ambil contoh Wili. Kucing jantan bertubuh gempal yang memiliki bulu berwarna abu- putih ini dulunya pengidap tumor. Sel itu tumbuh di matanya saat ditemukan. Untungnya berhasil diangkat oleh dokter hewan setempat.

Ada pula Fortuna. Kucing yang menderita gangguan saraf setelah tertabrak motor. Ia pun menjadi sangat manja jika bertemu manusia.

Bermacam-macam kasus yang telah ditemui selama ia mendirikan shelter. Tidak jarang ia mendapat laporan tentang kucing yang disumpit atau dilukai dengan sengaja.

Sebagai komunitas sosial, Rumah Kucing seakan menjadi fasilitator bagi para pecinta kucing. Selain menjadi tempat rescue atau pemulihan, kucing yang sudah sehat juga dapat diadopsi secara gratis.

“Biasanya barter makanan atau pasir, buat kucing yang masih di sini,”ujar Dayat.

Bergerak secara mandiri, Dayat bercerita jika shelter pernah hampir kehabisan makanan kucing. Sementara itu, tidak ada catlovers yang nampak menghubunginya untuk berdonasi.

“Saya sampe ngomong ke kucing. Kalo dia nggak bantu doa ke Allah, mereka bakal puasa besok,” kenang Dayat.

“Ajaibnya hari itu juga datang donatur kasih makanan 2 kantong, 60 kilogram,” ujarnya.

Kendati begitu, para pengurus shelter menegaskan kucing-kucing ini tidak akan selamanya tinggal di shelter. Kucing yang sudah sehat dan bersih akan segera dicarikan pengadopsi.

Dayat pun menerangkan jika adopsi kucing hanya perlu barter kebutuhan kucing seperti pasir atau makanan.

“Itu untuk kucing-kucing yang masih di sini,” ucap Dayat.

Kucing-kucing lainnya juga perlu diselamatkan. Maka dari itu, mereka membuka sistem buka adopsi untuk mengurangi kelebihan kapasitas rumah singgah yang diceritakan sempat pernah menampung 60 kucing.

undefined

Ajeng Mona