Pemerintah Buka Seleksi Banpres Produktif, Tiap Pelaku UMKM Dibantu Rp 2,4 Juta

Ekonomi, Finansial, & Fintech 27 Okt 2020, By Tim Starbanjar
Pemerintah Buka Seleksi Banpres Produktif, Tiap Pelaku UMKM Dibantu Rp 2,4 Juta (Source: Dok)

STARBANJAR- Sebagai bentuk perhatian dalam mendorong pemulihan perekonomian, pemerintah pusat meluncurkan bantuan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) melalui program Banpres Produktif dengan target 12 juta pelaku UMKM.

Dalam konferensi pers daring bertajuk "Dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM”, Senin (26/10/2020) Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menjelaskan tata cara dapatkan Program bantuan langsung tunai (BLT) UMKM atau bantuan presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM).

"Untuk mendapatkan BPUM, masyarakat dapat mendaftar melalui Dinas Koperasi dan UMKM daerah sesuai domisili," jelas Teten dalam siaran langsung dari Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB.

Saat ini, pendaftar bantuan ini sudah sebanyak 28 juta orang, padahal alokasinya hanya untuk 12 juta. Teten mendugabhal ini dikarenakan banyak orang yang tidak mempunyai usaha tiba-tiba membuat surat izin usaha melalui pemerintah setempatnya.

"Masalahnya, banyak orang-orang berlomba membuat surat izin usaha mikro padahal tidak ada usahanya. Jadi sulit melakukan pencocokan data yang real," jabarnya.

Apabila memenuhi kriteria dan lolos seleksi, maka dana bantuan dapat dicairkan melalui bank yang telah ditunjuk pemerintah sebagai bank penyalur, yakni BNI dan BRI. Nominal yang diberikan sebesar Rp 2,4 juta kepada pelaku UMKM yang lolos seleksi.

Adapun syarat-syarat yang harus diperhatikan untuk mendapatkan BLT UMKM adalah memiliki usaha berskala mikro, merupakan WNI, bukan ASN (Aparatur Sipil Negara), TNI/POLRI, dan pegawai BUMN/BUMD.

Selain itu, tidak sedang memiliki pinjaman di bank dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Syarat lainnya, bagi pelaku usaha mikro yang alamat usahanya berbeda dengan alamat domisili sebagaimana tercantum di KTP, maka dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Terakhir mereka harus membuka tabungan di bank penyalur tadi jika belum memiliki tabungan.

undefined

Ari Arung Purnama