Pemerintah Kukuh Gelar Pilkada di Tengah Pandemi, Qodari : Bisa Menjadi Bom Waktu Lonjakan Kasus

Banjar UPDATE 13 Sep 2020, By Tim Starbanjar
Pemerintah Kukuh Gelar Pilkada di Tengah Pandemi, Qodari : Bisa Menjadi Bom Waktu Lonjakan Kasus (Salah satu Paslon kepala daerah menggelar arak-arakan sebelum pendaftaran. Source Tim Starbanjar)

STARBANJAR - Pemerintah kukuh tetap menyelenggarakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada Rabu, 9 Desember 2020 mendatang. Padahal, tingkat penyebaran virus korona melonjak jelang kampanye dan pemungutan suara.

Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari khawatir pelaksanaan Pilkada di tengah Pandemi Covid-19 akan menjadi bom waktu lonjakan kasus Covid-19. Dengan perhitungan matematika, dia memperkiraan belasan juta orang tanpa gejala bisa hadir di kerumuman massa.

Dia mengungkapkan jika tahapan kampanye nanti tetap dilakukan dengan tatap muka di 1.042.280 titik dengan asumsi setiap titik dihadiri 100 orang, maka potensi orang tanpa gejala (OTG) yang bergabung dalam masa kampanye 71 hari nanti diperkirakan mencapai 19.803.320 orang.

“Itu jika positivity rate kasus Covid-19 Indonesia 19 persen, dan maksimal yang ikut kampanye 100 orang. Jujur saya tidak yakin yang datang 100 orang per-titik, mungkin ada yang 500, jangan-jangan yang datang 1.000,” kata Qodari dilansir dari trenasia, Minggu (13/9/2020).

Sementara itu, Qodari mengatakan potensi OTG yang ikut bergabung dan menjadi agen penularan Covid-19 untuk hari pencoblosan 9 Desember 2020 mencapai 15.608.500 orang.

Ia menjelaskan angka 15 juta orang itu muncul jika jumlah orang yang terlibat dalam 306.000 titik kerumunan terutama di tempat pemungutan suara dengan memakai target partisipasi 77,5 persen oleh Komisi Pemilihan Umum.

Qodari merekomendasikan agar tahapan Pilkada 2020 kembali ditunda, karena waktu yang tersedia tidak cukup untuk melaksanakan syarat-syarat ketat.

undefined

Amaliah Fitri