starbanjar.com

Penyebar Video "Warga Lumpuh" Akibat Vaksin di Balangan Bikin Klarifikasi: Ulun Minta Maaf

Redaksi Starbanjar - Rabu, 19 Januari 2022 17:44 WIB
Pelaksanaan vaksinasi dosis ke 3 atau booster yang ditujukan untuk para lansia di kawasan Perumahan Banjar Wijaya Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, Senin 17 Januari 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

STARBANJAR- Nurul Yakin, penyebar video serta narasi soal warga lumpuh akibat vaksin Covid-19 di Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, membuat klarifikasi terkait konten yang ia unggah lewat media sosial Whatsapp.

Dalam video berdurasi 38 detik tersebut, Nurul menyampaikan permintaan maaf karena konten yang ia unggah tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

"Saya atas nama Nurul Yakin, meminta maaf kepada warga Balangan atas postingan yang saya bagikan di media sosial," kata dia.

Video dan narasi yang disebar Nurul berkaitan tentang guru mengaji serta imam musala berinisial W (49 tahun) di Kecamatan Lampihong yang sejak dua bulan terakhir dikabarkan alami kelumpuhan akibat vaksin.

Saat ini, guru ngaji tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balangan. Ia masuk ke RS sejak 15 Januari 2022 lalu.

Sebelum alami gejala, ia dikabarkan menjalani vaksinasi ke-2 Covid-19. Namun, otoritas rumah sakit menyangkal bahwa yang bersangkutan mengalami dampak dari kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI).

Direktur RSUD Balangan, dr Sudirman menyatakan bahwa hasil diagnosa sementara setelah dikonsultasikan dengan dokter UGD dan penyakit dalam, gejala-gejala yang dialami pasien tersebut mengarah pada infeksi saluran kemih dan hepatitis B.

Hasil sementara lainnya, pasien tersebut juga mengalami gangguan gerak bola mata sebelah kiri dan leher terasa kaku.

"Dari hasil pemeriksaan dokter spesialis saraf diagnosa sementara diduga adanya infeksi di selaput otak dan dicurigai ada tumor," jelasnya.

Kemudian juga dari hasil pemeriksaan dokter spesialis mata, adanya pembengkakan dalam bola mata sehingga tekanannya berlebih.

"Ke depannya disarankan akan dilakukan pemeriksaan tambahan CT Scan, baik itu kepala ataupun mata, untuk menambah memperkuat hasil diagnosanya seperti apa," sebutnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Balangan, dr Riswanto, menilai bahwa sangat tidak mungkin penyakit yang diderita pasien akibat KIPI vaksin. "Pasca menerima vaksin pertama pasien tidak ada reaksi alergi, sedangkan pasien muncul gejala setelah lebih dari 48 jam setelah vaksin yang kedua," kata dia.

Editor: Redaksi Starbanjar
Bagikan

RELATED NEWS