starbanjar.com
BEM.jpg
Potret BEM Se-Kalsel memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Foto : BEM Se-Kalsel)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ini Tuntutan BEM Se-Kalsel

Ahmad Husaini
07.6.2023

STARBANJAR – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan Selatan memperingati hari lingkungan hidup sedunia melakukan orasi di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru pada Senin (5/6/2023) lalu.

Dalam aksinya mahasiswa membentangkan spanduk berwarna merah dengan beri tulisan Save Meratus End Coal.

Ahmad Sunir Ridha Koordinator Wilayah BEM Se-Kalsel menuturkan pihaknya mendesak pemerintah untuk stop mengeluarkan izin baru, tinjau ulang izin pertambangan yang ada serta transparansi terhadap kelayakan izin yang ada.

"Kami mendesak pemerintah untuk meningkatkan dan pengawasan pengelolaan infrastruktur pembuangan sampah di setiap kota. Dan menuntut pemerintah memaksimalkan penjagaan dan Perawatan sungai Daerah aliran Sungai (DAS)," ujar Ridha dalam keterangan resminya.

Dia menuturkan pihaknya meminta pemerintah untuk memasifkan sosialisasi pentingnya kelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat. Dan menuntut Pemerintah untuk memperhatikan tugas dan fungsinya.

"Kami disini juga menginginkan pemerintah untuk mengevaluasi perannya terhadap tugasnya sebagai pengayom masyarakat, bukan hanya sekedar mengeluarkan izin izin izin dan izin tapi sangat bertentangan dengan masyarakat apalagi sampai merusak lingkungan, maka daripada itu kami turun dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia,” tegas Ridha. 

Koordinator lapangan Ahmad Riyadi Purnawan menegaskan sebagai pemuda wajib, mahasiswa turut andil langsung dalam melestarikan lingkungan, hal yang paling sederhana untuk kita lakukan adalah dengan memperingati seperti ini, bukan hanya sekedar mengucapkan. 

"Disisi lain seberapa banyak orang yang masih peduli lingkungannya? hal ini tentu jadi PR bagi pemerintah untuk sama sama menjaga kelestarian alam itu," ucap Riyadi.

Dia menegaskan problem lingkungan yang paling kecil adalah di wilayah perkotaan masih banyak sampah-sampah yang meluber di pinggir jalan, tentu hal ini menjadi pemandangan tidak sedap bagi mata dan pengguna jalan.

"Belum lagi masalah tambang ilegal, jalan rusak, pembakaran hutan dan lain sebagainya," imbuhnya.