Pertamina Putus Kerja Sama dengan Puluhan Pangkalan LPG 'Nakal' di Kalsel-teng

Redaksi Starbanjar -03 Maret 2021 23:03 WIB,
sasasa (sumber: Gas LPG. Source: Istimewa)

STARBANJAR- PT Pertamina telah memutus kerja sama terhadap puluhan pangkalan LPG di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah selama kurun waktu 2020-2021. Pemutusan hubungan usaha (PHU) ini imbas dari permainan pengelola yang menjual gas melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Manajer Sales Pertamina Area Kalsel-teng, Drestanto, membeberkan ada 32 pangkalan yang telah diputus kerja sama pada tahun 2020. Sementara, pada tahun 2021 ini, ada tiga pangkalan yang sudah ditindak dalam bentuk PHU.

"Tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi pangkalan yang diindikasikan nakal. Akan kita lakukan pembinaan, skorsing, sampai pemutusan hubungan usaha," kata Drestanto saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Rabu (3/3/2021).

Ia lantas meminta kerja sama masyarakat agar ikut melapor pangkalan yang "nakal" sehingga memicu kelangkaan LPG 3 kilogran bersubdisi untuk warga miskin. Keterlibatan publik amat dibutuhkan mengingat kerja-kerja pengawasan dari pihak otoritas terkait juga terbatas.

Pada lain sisi, Drestanto juga memastikan masalah kelangkaan dan mahal LPG yang merundung Kalsel belakangan waktu terakhir dipicu hambatan akses distribusi pascabanjir.

Jalan Gubernur Syarkawi yang memang didesain sebagai jalur utama distribusi LPG rusak parah gegara banjir. Sampai saat ini distribusi gas hanya mengandalkan jalur laut menggunakan kapal tongkang dan LCT

"Jalan Gubernur Syarkawi diperbaiki dengan posisi darurat, tetapi jika turun hujan akan terkendala lagi,” jelasnya.

Adapun Drestanto mengklaim bahwa sebenarnya stok LPG 3 kilogram di Pertamina sudah mencukupi. Misalnya dalam setiap bulan, Pertamina menyuplai sebanyak 2,5 juta tabung untuk warga Kalsel-teng.

Bagikan:

RELATED NEWS