Polemik Sengketa Lahan, Warga Desa Indra Loka Jaya Curhat ke ZR

Politik 5 Okt 2020, By Tim Starbanjar
Polemik Sengketa Lahan, Warga Desa Indra Loka Jaya Curhat ke ZR (Source: Istimewa)

STARBANJAR  – Calon wakil Tanah Bumbu Muhammad Rusli mendapatkan aspirasi dari warga Desa Indra Loka Jaya, Kecamatan Kuranji, saat menggelar kampanye dialogis, Senin (5/10/2020).

Salah satu persoalan yang disampaikan adalah kekhawatiran atas lahan yang digarap masuk kawasan hutan. Padahal warga telah menggarap perkebunan karet dan kelapa sawit sejak tahun 2004 silam.

Persoalan ini bermula sejak tahun 2012 sebanyak 800 hektar lahan usaha yang digarap untuk perkebunan, masuk kawasan hutan. Warga pun merasa takut tiba-tiba lahan diambil negara, karena kepemilikan tak berpihak ke mereka.

 "Kami sangat berharap, paslon ZR mampu memberikan solusi. Keinginan kami lahan tersebut kembali ke pangkuan warga," kata Suparno Sigit, tokoh masyarakat setempat.

Alasannya, dalam kondisi ini pihaknya merasa dirugikan. Meskipun hasil panen garapan masih bisa dinikmati warga. Namun khawatir suatu hari nikmat itu tak lagi mereka dapatkan.

Warga lain, Dasalim, menambahkan, kuat alasan mereka  menuntut hak kembali karena lahan itu sebagian dibeli dengan biaya mereka masing-masing.

"Sebagian kami beli, sehingga surat-surat segel dan dokumennya lengkap," tegasnya.

Mereka meminta ZR bersedia membantu warga mendapatkan hak kepemilikan lahan tersebut.

Dihadapan warga yang menyampaikan keluhannya, M. Rusli siap mengakomodir segala aspirasi masyarakat desa Indra Loka Jaya. Namun untuk bisa mewujudkan hal itu, harus melalui jabatan Bupati dan Wakil Bupati.

"Kami sangat berharap dukungan kalian, agar bisa memenangkan kami," ujar Rusli.

Sesuai dengan visi misi dan program kerja yang disampaikan paslon ZR, jika terpilih nanti akan mengimplementasikan janji-janji saat kampanye. Yakni mengacu tagline yang diusung, meratakan pembangunan, kesejahteraan dan pelayanan publik. Artinya semua masyadakat wajib mendapatkannya secara merata.

undefined

Redaksi Starbanjar