PPKM Resmi Diberlakukan, Apindo : Akan Menambah Beban Usaha

Banjar UPDATE 11 Jan 2021, By Tim Starbanjar
PPKM Resmi Diberlakukan, Apindo : Akan Menambah Beban Usaha (Source: Tim Starbanjar)

STARBANJAR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai tanggal 11 hingga 25 Januari 2021 mendatang. Pemberlakuan PPKM ini serentak di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengakui kebijakan PPKM akan menambah beban dunia usaha, khususnya perhotelan, restoran, dan kafe.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi B Sukamdani mengatakan kebijakan PPKM memperberat upaya pelaku usaha untuk bangkit dari kontraksi akibat pandemi Covid-19. Padahal menurutnya, klaster Covid-19 terbesar bukan berasal dari tempat usaha.

“Kami bingung, ini sebenarnya mau bagaimana. Di manufaktur memang cukup besar klasternya. Tapi begitu kami tracing ternyata bukan karena lingkungan kerjanya, tapi dari lingkungan rumah,” kata Haryadi dilansir dari trenasia-mitra starbanjar, Senin (11/1/2021).

Kendati para pelaku usaha sudah berali ke online, ia menyebutkan bahwa penjualan offline masih mendominasi omzet. Sehingga, ia meyakini bahwa PPKM akan berpengaruh terhadap bisnis offline para pengusaha.

“Saya juga melihat di sektor makanan minuman ya makanan minuman itu ternyata kontribusi yang offline itu jauh lebih besar loh ketimbang yang online. Nah selama pandemi ini semua harus mengikuti dari regulasi," tutu Hariyadi.

Diwartakan sebelumnya, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar menuturkan kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah menekan laju penyebaran Covid-19 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Sesuai instruksi mendagri untuk perkantoran hanya 25% dan 75% sisanya bekerja dari rumah, untuk mall buka sampai 19.00 WITA, kemudian terkait dengan restoran atau rumah makan hanya 25% kapasitasnya dan dimaksimalkan hanya untuk take away atau dibawa pulang. Sedangkan untuk tempat-tempat pengajian pun akan disesuaikan nanti, apakah dilaksanakan dengan virtual/daring,” ujar Roy.

undefined

Redaksi Starbanjar