starbanjar.com
TIRTO-shutterstock_425430874_ratio-16x9.jpeg
Rokok menjadi komoditas penyumbang kemiskinan di kawasan pedesaan di Kalsel.

Rokok Masih Jadi Penyumbang Terbesar Kedua Garis Kemiskinan Pedesaan di Kalsel

Ahmad Husaini
15.7.2022

STARBANJAR - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mencatat jumlah penduduk miskin mencapai 195,70 ribu orang pada Maret 2022. 

Rokok masih menjadi komoditas penyumbang terbesar kedua dalam perhitungan garis kemiskinan setelah beras.

Kepala BPS Kalimantan Selatan, Yos Rusdiansyah garis kemiskinan pada Maret 2022 naik 4,94 % dari Rp 553.073 per kapita/bulan pada September 2021 menjadi Rp 527.045 per kapita/bulan.

Garis kemiskinan merupakan pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

Komoditas makanan berperan besar makanan yang berpengaruh besar adalah beras dengan kontribusi 67,73 % di perkotaan dan 75,47 % di pedesaan terhadap garis kemiskinan di Kalimantan Selatan.

"Makanan yang berpengaruh besar adalah beras dengan kontribusi 18,28 % di perkotaan dan 22,18 % di pedesaan," ujar Yos Rusdiansyah dalam Keterangan Pers, Jum'at (15/7/2022).

Berdasarkan data BPS, komoditas yang berpengaruh terbesar kedua adalah rokok kretek filter di pedesaan. Kontribusinya mencapai 13,44% di pedesaan. Sedangkan di perkotaan komoditas terbesar penyumbang garis kemiskinan adalah perumahan sebesar 11,15 %.

Yos Rusdiansyah menuturkan andil terbesar ketiga yang berkontribusi pada garis kemiskinan adalah rokok kretek filter, yang mencapai 11,09% di perkotaan, sedangkan di pedesaan adalah perumahan sebesar 9,44 % di pedesaan. 

Lalu ada telur ayam ras, daging ayam ras, mie instan, gula pasir, tempe dan tahu, kopi, kue basah, bensin, listrik, pendidikan, hingga perlengkapan mandi.

Sekadar diketahui, Pemerintah pada tahun ini kembali menaikkan cukai rokok mencapai 12,5%. 

Dengan kenaikan cukai tersebut, rata-rata harga jual eceran rokok naik 13,8% hingga 18,4%.