Sekelumit Cerita Relawan PMI Banjarbaru Blusukan dari Kampung ke Kampung Kenalkan Protokol Kesehatan

Banjar Community 15 Sep 2020, By Tim Starbanjar
Sekelumit Cerita Relawan PMI Banjarbaru Blusukan dari Kampung ke Kampung Kenalkan Protokol Kesehatan (Source: Istimewa)

STARBANJAR- Minimnya pengetahuan warga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mendorong para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarbaru tergerak blusukan ke wilayah terpencil yang ada di Kota Idaman. Dalam sepekan tadi, misalnya, tim ini berkeliling melakukan pembagian paket PHBS kit berupa masker, sabun cuci tangan, dan pamflet berisi informasi tentang Covid-19.

Ada dua kecamatan yang disasar oleh para relawan PMI. Yakni Banjarbaru Utara dan Banjarbaru Selatan. Daerah ini dipilih lantaran banyak terdata wilayah pinggiran.

"Berawal dari permintaan netizen yang melayangkan pesan di media sosial. Bahwa (PMI) jangan hanya di perkotaan saja yang ada pembagian paket PHBS kit. Maka di bulan ini, baru bisa kami realisasikan ke tempat yang cukup terpencil di Banjarbaru dan Banjarbaru Selatan," kata Staf PMI Banjarbaru, Aiman kepada starbanjar.

Salah satu tim relawan PMI Banjarbaru, Qusnul Aqidahtul Izzah atau disapa Anggi, mengatakan bahwa mereka sebagai tim relawan telah menyebar ke pelosok terpencil di Banjarbaru Selatan, bahkan hampir ke perbatasan Kecamatan Bati-Bati.

Menggunakan mobil pikap, relawan PMI Banjarbaru meluncur ke permukian warga. Anggi memilih jadwal akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu.

"Pada Minggu tadi, kami telah menjelajahi ke perkampungan terpencil yang dekat perbatasan Bati-bati itu. Di sana, saya lihat masih banyak yang belum menyadari pentingnya menaati protokol kesehatan, salah satunya bermasker," kata Anggi.

Anggi bercerita, saat blusukan ke lapangan bersama tim relawan PMI Banjarbaru. Ia melihat seorang perempuan tua sebagai pekerja kayu tanpa menggunakan masker, "Ya, kami langsung dekati nenek itu. Alhamdulillah, setelah menerima masker langsung menggunakannya," katanya.

Di perkampungan, Anggi mengakui memang masih banyak yang belum menyadari pentingnya ihwal menaati protokol kesehatan. Terkait upaya mengampanyekan PHBS, ia melakukan upaya persuasif kepada warga disekitarnya.

"Ragam sambutan warga, begitulah pahit manisnya sebagai relawan ke masyarakat. Ada warga yang mengajak langsung berdiskusi, bahkan ada juga mengajak kami makan-minum bersama," ucapnya.

Adapun saat pembagian paket PHBS Kit ke warga, kata Anggi, ada saja yang mengiranya paket itu berbayar sehingga ada yang menolak kedatangan mereka ke rumah-rumah, "Tapi setelah dijelaskan, mereka baru menerima pembagian paket tersebut."

Anggi berharap, masyarakat Banjarbaru lebih sadar lagi mengubah kebiasaan hidup barunya dengan menaati protokol kesehatan.

"Tentu kita sulit mengubah seseorang, maka dari diri sendiri mengubahnya. Apabila sudah menjalankan hidup bersih dari diri sendiri, maka prinsipnya juga menyelamatkan banyak orang," pungkasnya.

undefined

Redaksi Starbanjar